pada episode kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan tim setan menuju dunia setan di kota setan di utara gunung kidul dimulai dari baju biru adalah ketua tim piknik tamasya dufan 2008 yang juga membawa binatang kijang yang kita tumpangi lalu baju warna biru bluwek mbladus adalah ko aleng yang menjadi supir sekaligus tukang angkut angkut barang baju hitam si widyan ketua divisi publikasi yang duduk manis dan bernyanyi lalalala dalam kendaraan sebelahnya yang berbaju monyet adalah ketua tim setan yang hobinya bersendawa gurau lalau kentut dimana mana yang berkacamata adalah dewangga sang pujangga menjabat sebagai ketua divisi pemandu wisata di kota setan kelak yang berkaos putih bertuliskan bali adalah gitacoy yang menjabat sebagai ketua divisi dokumentasi yang memang bisa memotret apa apa saja yang bersifat ghaib seperti tim setan. pernencanaan berangkat dari cijagra 22 pukul 7 pupus sudah karena kesalahan tunggal ko aleng yang suka mewaduk waduk membuat alasan alasan yang sangat tidak masuk akal sehingga anggota tim setan terlalu emosi karena omonganya yg tidak masuk akal dan akhirnya emosi menghukum ko aleng membuat dia jadi manusia berkepala biawak, yang suka menjulurkan lidahnya kesana kemari.. akibat dari kesalahan tunggal ko aleng mengakibatkan ketua dokumentasi gitacoy harus menunggu selama berjam jam lamanya di gerbang tol kopo. hingga semuanya berkumpul lalu berangkatlah kita menuju kota setan yang katanya berhantu.. perjalanan selalu diwarnai oleh tindakan tindakan fisik maupun non fisik kepada ko aleng, yang mengakibatkan ko aleng menderita memar otak sebelah kiri berhenti di sana sini tak lupa ketua dokumentasi mendokumentasikan perjalananya dengan kamera sekaliber nikon 18-135mm yang kata orang canggih sekali. akhirnya setelah beberapa tahun perjalanan sampailah kita ke tempat bernama ancol. karena tempat ini begitu luasnya hingga kami tersesat dan terjebak didalamnya untung tersesatnya tidak begitu lama hingga kami kembali kejalan yang benar. ternyata disana banyak sekali wanita wanita cantik jelita, ketua dokumentasi tak sabar untuk mencari sasaranya. karena disana bisa kerja sambilan jadi tukang foto keliling, lumayan buat nambah biaya kuliah.. akhirnya dengan niat dan kesempatan yang ada kita menaiki kora kora setan yang kalo naik bisa bisa jiwa dan raga terpisah. lalu hal ilintar, ah sudah biasa inimah.. yang saya mau adalah tornado coy.. setelah mengumpulkan keberanian dari sana sini dan dengan niat tulus dan ikhlas naiklah kita pukul 3.59 sore entah mengapa tornado begitu sepi. sepi seperti angkot kalapa dago yang ngetem di perempatan bip. rasanya seperti berada dalam mesin cuci. dasar si mang mang tornadonya sialan kita dibanting dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah. tegang begitu tegangnya sehingga beberapa dari teman kami berteriak setannnnn!!!!!!!! setelah pagi hingga sore kami disini, akhirnya pukul 5.30 kami menuju pantai untuk mencari sanset. ternyata sanset yang dicari sudah tidak ada karena sudah pulang kerja.. tidak dapat sanset tidak terasa perut ini sudah berkeruyuk serasa ada anak ayam di lambung saya. akhirnya menuju tempat makan anak g4wl jakarta di blok s sana. sesuap nasi kami makan lalu kenyang lalu tersesat dijakarta hingga larut malam. saya ngantuk kami ngantuk. memang malang nasib ko aleng yang menyetir sendirian ditemani bus bus dan truk super besar yang membawa serta asap asap tebal. tak terasa pukul setengah 2 pagi sampai di gerbang tol kopo. masih harus mengantar ketua dokumentasi di kopo kesana lagi mendekati kawah putih lah.. dirumah gita sekalian beristirahat dan berpamitan pulang. lalu perjalanan ini berkahir di cijagra 22 pukul 2 lebih dini hari..
perjalanan ini begitu pendek. lain kali kita merencnanakan perjalanan bandung semarang solo jogja bali..hahahahaha amin sampai jumpa pada perjalanan berikutnya.. salam dangduts.
nb : foto sedang dlaam proses apload. karena speedy dirumah saya sedang sangat bagus2nya sehingga sulit untuk menyalakan modem. tunggu semua fotonya, masih banyaaaaakkk lagi
|